Meningkatkan Sensitivitas dan Mengatasi Mati Rasa
Gangguan sensorik seperti Paresthesia (kesemutan, sensasi terbakar) atau mati rasa seringkali menyertai kelemahan motorik pasca-stroke. Kondisi ini, yang dikenal dalam TCM sebagai sumbatan atau kekurangan, dapat mengganggu kemampuan pasien untuk merasakan tekstur, suhu, atau posisi anggota gerak. Pemulihan sensitivitas sangat penting karena memengaruhi keseimbangan, koordinasi, dan mengurangi risiko cedera yang tidak disadari.
Dalam TCM, mati rasa atau baal dihubungkan dengan Penyumbatan/Stagnasi Qi dan Darah (Qi Xue Yu Zu) di meridian, yang menghalangi nutrisi mencapai jaringan. Akupunktur bekerja untuk “menggerakkan Qi dan Darah” serta “membersihkan meridian”, terutama pada ekstremitas yang terkena. Dengan memulihkan aliran energi, terapi berpotensi memperbaiki transmisi sinyal sensorik. Pijatan dan stimulasi pada titik-titik meridian diyakini membantu menutrisi dan memanaskan area yang kekurangan energi.
Dari sudut pandang medis modern, akupunktur menunjukkan manfaat klinis dalam memodulasi aktivitas neuron di sistem saraf pusat dan perifer yang bertanggung jawab atas sensasi. Terapi ini berpotensi meningkatkan konduksi saraf dan sirkulasi darah mikro ke jaringan yang kekurangan oksigen akibat kerusakan stroke. Peningkatan sirkulasi ini mendukung perbaikan saraf perifer. Akupunktur Permata Jakarta – “Akupunktur Kesehatan Keluarga Anda” siap membantu Anda dalam rencana pemulihan sensorik komprehensif. Terapi akupunktur hanya boleh dilakukan oleh terapis profesional bersertifikasi resmi dan terdaftar di Kementerian Kesehatan RI. (permata – krm)
Referensi Jurnal: Acupuncture for Post-stroke Sensory Impairment: A Systematic Review and Meta-Analysis. https://doi.org/10.1155/2021/6641774
